Dendi 24 Tahun Ditantang membuktikan Keperjakaannya Oleh Siswi SMP Malah Masuk Penjara
Niat hati ingin membuktikan cintanya pada sang kekasih, Dendi Wahyu Kharisma (24) malah masuk penjara.
Warga Pandan Landung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini ketahuan telah melakukan perbuatan mesum terhadap pacarnya.
Dikisahkan Dendi, dirinya sudah pacaran dengan Lily (14), nama samaran, selama dua bulan.
Selama pacaran tersebut, Dendi mengaku ditantang Lily untuk datang ke
kamarnya saat malam hari. Mendapat tantangan tersebut, Dendi menunjukan
keberaniannya.
Dendi mendatangi rumah Lily yang masih satu kampung pada 9 September 2015 lalu.
Dia kemudian memanjat pagar dan mendekati kamar Lily yang berada di
lantai dua. Lily kemudian membukakan jendela, sehingga Dendi bisa masuk.
“Sebelumnya kami sudah telepon-teleponan. Begitu saya sampai, dia
buka jendela terus sama-sama masuk ke kamar,” ungkap Dendi, Jumat
(20/11/2015).
Di dalam kamar itu Dendi dan Lily sempat memadu kasih. Masih
menurut Dendy, persetubuhan terjadi karena permintan Lily. Kekasihnya
itu menantangnya untuk menunjukan keperjakaannya.
“Dia sudah tidak perawan. Dia kemudian mengajak saya bersetubuh untuk
ngetes saya perjaka atau tidak. Katanya dia tahu ciri-ciri cowok yang
tidak perjaka,” katanya.
Usai perbuatan pertama tersebut, kedua sejoli ini ingin melakukan hal
serupa. Dua hari lalu, Rabu (18/11/2015) Dendi kembali menghampiri
rumah Lily saat malam hari.
Niatya sama, memanjat pagar dan masuk ke dalam kamar kekasihnya.
Namun tanpa sepengetahuanya, orangtua Lily memperhatikan tingkah lakunya saat menelepon Lily.
Saat Dendi memanjat pagar, orangtua Lily keluar dan menangkapnya. Dendi pun tidak bisa mengelak lagi.
Karyawan sebuah pabrik ini diinterogasi. Di depan orang ua Lily, Dendi mengakui perbuatannya.
“Niatnya saya mau bertangung jawab dan menikahi pacar saya. Tapi
orangtuanya tidak mau dan melaporkan saya ke polisi,” ucap Dendi.
Dendi pun telah ditetapan jadi tersangka dan ditahan di Polres
Malang. Dendi dianggap berslah karena melakukan persetubuhan dengan
perempuan di bawah umur (belum 18 tahun).
Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres
Malang, IPTU Sutiyo, orangtua Lily menolak ketika diajak damai. Sebab
Lily masih kelas VIII SMP dan belum siap untuk menikah.
“Masa depan korban masih panjang. Karena itu orang tuanya menolak
menikahkan anaknya dan memilih melaporkan pelaku,” tandas Sutiyo.
No comments
Post a Comment