• Breaking News

    Rumus Perhitungan Angsuran dan Bunga kredit berdasarkan jenisnya:

    Cara perhitungan suku bunga tetap (fixed rate) yaitu suku bunga yang besarnya selalu tetap (fixed) selama jangka waktu tertentu atau selama jangka waktu kredit.

    Cara perhitungan suku bunga kredit mengambang (floating rate) yaitu suku bunga yang besarnya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan besarnya suku bunga yang berlaku dipasar (mengikuti mekanisme pasar).

    Selain dibedakan berdasarkan jenisnya, perhitungan suku bunga kredit berkembang menjadi beberapa metode. Diantara beberapa jenis tersebut kami akan membahasnya dibawah ini:
    Beberapa Jenis Metode Perhitungan Suku Bunga Kredit:

    1. Metode efektif

    Metode ini menghitung bunga yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan saldo pokok pinjaman bunga sebelumnya.

    Rumus perhitungan bunga adalah:

    Bunga = SP x i x (30/360)

    SP = Saldo Pokok pinjaman bulan sebelumnya

    i = Suku Bunga Pertahun

    30 = Jumlah Hari dalam 1 bulan

    360 = Jumlah Hari dalam satu tahun

    Contoh Perhitungan:

    SP = Rp 24.000.000

    i = 10%

    Jangka Waktu = 2 tahun

    Bunga Efektif bulan 1

    = Rp 24.000.000 x 10% x (30/360) = Rp 200.000

    Maka angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.000.000 + Rp 200.000 = Rp 1.200.000

    Bunga Efektif bulan 2

    = Rp 23.000.000 x 10% x (30/360) = Rp 191.665.67

    Maka angsuran pokok dan bunga pada bulan ke 2 adalah Rp Rp 1.000.000 + Rp 191.666,67 = Rp 1.191.666,67

     Angsuran bulan kedua lebih kecil dari angsuran bulan pertama. Demikian pula untuk bulan-bulan selanjutnya, besar angsuran akan semakin menurun dari waktu ke waktu.

    2. Metode Anuitas

    Merupakan modifikasi dri metode efektif. Metode ini mengatur jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar agar sama setiap bulan.

    Rumus perhitungan bunga sama dengan metode efektif yaitu:

    Bunga = SP x i x (30/360)

    Bunga = SP x i x (30/360)

    SP = Saldo Pokok pinjaman bulan sebelumnya

    i = Suku Bunga Pertahun

    30 = Jumlah Hari dalam 1 bulan

    360 = Jumlah Hari dalam satu tahun

    Biasanya bank memiliki aplikasi software yang secara otomatis menghitung bunga anuitas. Dalam kasus diatas, contoh perhitungan sebagai berikut:

    Contoh Perhitungan:

    SP = Rp 24.000.000

    i = 10%

    Jangka Waktu = 2 tahun

    Bunga Anuitas bulan 1

    = Rp 24.000.000 x 10% x (30/360) = Rp 200.000

    Maka angsuran pokok dan bunga pada bulan 1 adalah Rp 907.478 +  Rp 200.000 = Rp 1.107.478.

    Bunga Anuitas bulan 2

    = Rp 23.092.522 x 10% x (30/360) = Rp 192.438

    Maka angsuran pokok dan bunga pada bulan 2 adalah Rp 915.040 + Rp 192.438 = Rp 1.107.478

    Terlihat bahwa angsuran pokok dan bunga pada bulan pertama sama dengan bulan kedua dan seterusnya, dimana besarnya angsuran akan tetap sama sampai dengan selesainya jangka waktu kredit.

    c. Metode Flat

    Dalam metode ini, perhitungan bunga selalu menghasilkan nilai bunga yang sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari presentasi bunga dikalikan pokok pinjaman awal.

    Rumus perhitungannya adalah

    Bunga perbulan = (P x i x t)/ jb

    P = Pokok pinjaman awal

    i = suku bunga pertahun

    t = jumlah tahun jangka waktu kredit

    jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

    Karena bunga dihitung dari pokok awal pinjaman, maka biasanya suku bunga flat lebih kecil dari suku bunga efektif. Dalam contoh kasus diatas misalkan bunga flat sebesar 5,3739% pertahun

    Bunga flat setiap bulan selalu sama

    = (Rp 24.000.000 x 5,3739% x 2) /24 = Rp 107.478

    Angsuran pinjaman bulan 1 = angsuran pokok + bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.000.000 + Rp 107.478 = Rp 1.107.478

    Angsuran pinjaman bulan 2

    Angsuran pinjaman bulan 2 = angsuran pokok + bunga pada bulan 1 adalah Rp 1.000.000 + Rp 107.478 = Rp 1.107.478

    d. Bunga atas baki debet harian

    Perhitungan bunga yang didasarkan pada baki debet harian dikalikan dengan tingkat bunga kredit yang berlaku.

    Pada dasarnya setiap jenis kredit biasanya memiliki cara perhitungan bunganya masing-masing. Berdasarkan analisa kredit  (seluruh proses pemberian kredit lihat artikel kami sebelumnya ) diatas maka dilakukan proses persetujuan kredit, yang dapat diartikan sebagai keputusan untuk menyetujui atau menolak kredit dari pejabat bank yang memiliki kewenangan memutus kredit, sesuai dengan limit dan/atau batasan kewenangannya. Semoga setelah membaca artikel ini pengunjung jadi lebih paham mengenai cara menghitung angsuran berdasarkan metode suku bunga kredit