• Breaking News

    Ketekunan Dibalik Jeruji Sel Menjadikannya Seorang Jutawan

    Duane Jackson (36) kini menjadi seorang jutawan meskipun sempat mengalami masa-masa sulit, dan pernah dikeluarkan dua kali dari sekolah saat masih berusia 15 tahun.
    Duane juga pernah mengalami sebuah keterpurukan setelah tertangkap tangan menyelundupkan ribuan tablet ekstasi ke dalam Amerika.
    Dikutip dari Mirror, Minggu (27/9/2015), pria yang lahir di London ini sempat tinggal di lima rumah perawatan anak yang berbeda-beda.
    Setelah meninggalkan sekolah tanpa memiliki kualifikasi apapun, dan masih berusia 19 tahun, ia sempat menganggur dan tak mampu membayar biaya sewa rumahnya.
    Ia mengetahui kalau beberapa orang teman masa kecilnya bisa menghasilkan uang dengan memperdagangkan narkotika dari Eropa menuju Amerika. Ia pun memutuskan untuk ikut bergabung.
    Duane mengatakan : ”Awalnya, itu terlihat seperti jalan mudah untuk mendapatkan uang. Aku sempat melakukannya dua kali dan berhasil lolos."
    "Namun saat dalam sebuah perjalanan menuju, Atlanta, Georgia, aku tertangkap membawa 6,500 tablet ekstasi di dalam tas tangan yang kubawa.”

    Ia pun akhirnya dikembalikan ke Inggris untuk menjalani persidangan, dimana hakim saat itu memutuskan bahwa ia masih cukup muda dan berhak mendapatkan kesempatan kedua.
    Waktu itu ia hanya diberikan hukuman penjara selama lima tahun.
    Duane, yang sempat mempelajari ilmu program komputer saat masih remaja, mempergunakan waktunya selama berada di balik jeruji besi untuk mengembangkan kemampuannya dan mengajar IT kepada rekan-rekannya di dalam penjara.
    Setelah keluar dari penjara pada tahun 2002, ia bertekad tak ingin lagi kembali ke kehidupan kelam tersebut, terlebih saat kekasihnya saat masih kecil, yang sekarang sudah menjadi istrinya, akan melahirkan anak pertama mereka.
    Pasangan kekasih ini akhirnya menikah pada 2006 dan sekarang telah memiliki tiga orang anak perempuan. Aaliyah (12), Sienna-mae (6), dan Jemima (7).
    Bertekad untuk menghidupi keluarganya, yang sekarang tinggal di Hove, Inggris, Duane memutuskan untuk mendatangi sebuah organisasi bernama Prince’s Trust, untuk meminta bantuan demi membuat perusahaan bisnis software sendiri, bernama KashFlow.
    ”Aku tak pernah membayangkan bisa memiliki sebuah bisnis yang besar dan mendapatkan kekayaan darinya,” ungkapnya. ”Awalnya, aku hanya ingin mendapatkan cukup uang untuk menghidupi istri dan anakku.”

    No comments