Seorang gadis 16 tahun, Amie Cresswell, meluluskan permintaan
terakhir kekasihnya, Omar Al Shaikh, yang seumur dengannya. Dengan penuh
keharuan, Amie melangsungkan pernikahan dengan pasangannya tersebut.
Amie memutuskan menikah setelah dokter menyatakan Omar menderita
leukimia. Hidupnya divonis hanya mampu bertahan hidup kurang dari
sepekan.
Ditemani teman dan keluarga, Amie melangsungkan pernikahan di kamar
inap Omar. Sebelumya, Omar melamar Amie di lantai dasar Rumah Sakit
dengan sekuntum bunga dan cincin.
Usai pernikahan, Amie masih tetap mengenakan pakaian menikah dan
setia menemani kekasihnya hingga detik-detik terakhir napasnya. Tiga
hari setelah mereka menikah, Omar meninggal dunia.
"Saya sangat sedih," kata Amie seperti dikutip Dream dari laman Metro.co.uk,
Jumat, 26 Juni 2015. "Kami pernah berdiskusi untuk menikah namun tak
pernah membayangkan di usia 16 tahun. Kami berpikir tumbuh bersama
hingga tua. Pernikahan ini menyedihkan namun penuh cinta."
Omar didiagnosa mengidap leukimia akut setelah pingsan saat pertandingan footbal
tahun lalu. Ketika mulai berkencan dengan Amie, wanita yang dikenalnya
di Four Dwelling Academy di Birmingham Inggris delapan bulan lalu,
kanker darah Omar dinyatakan berhenti.
"Ketika dia mengatakan penyakit kambuh, itu sangat mengejutkan. Saya
tahu saya ingin berada di sampingnya melalui semua ini," ujar Amie.
Sebetulnya Omar berharap mendapat donor untuk membantu pemulihannya.
Namun hal itu cukup sulit. Omar merupakan keturunan Arab dan Rumania.
Saat jaringan sel sudah tersedia, dokter justru mengatakan penyakit Omar sudah semakin parah.
"Saya bangga menyaksikan pernikahan Omar. Saya telah kehilangannya
namun mendapatkan cucu menantu terbaik di dunia," ujar nenek Omar, Al
Shaik.
No comments
Post a Comment