Melbourne, Seorang perempuan di pinggiran kota, Australia, hamil
karena kedekatannya dengan seorang bocah berusia 12 tahun. Ia
menyalahkan pernikahannya yang gagal sebagai penyebab terjadinya
peristiwa tersebut. Sang wanita yang tidak disebutkan namanya, mulai
menyalahgunakan kedekatannya dengan si bocah saat ia masih berusia
pertengahan 30 tahun.
Dikutip dari Heraldsun.com.au, Kamis (02/07/2015), wanita tersebut
mendekati si bocah saat melihat kesulitannya di sekolah. Sejak itu,
mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama. Suaminya telah
memperingkatkan tentang perilaku yang tidak pantas antara ia dan anak
tersebut. "Ia dapat menjadi pelaku kejahatan seksual," ujar sang suami.
Menurut kepolisian setempat, pada kasus ini sang bocah adalah korban
karena masih di bawah umur dan tidak mengerti apa-apa. Si perempuanlah
yang mendekati sang bocah. Yang menyedihkan, saat sang wanita
melahirkan, ibu si bocah laki-laki bahkan menolong proses persalinannya
tanpa mengetahui kalau ia menyaksikan kelahiran cucunya sendiri.
Awalnya si perempuan tak mau mengakui hubungan gelapnya tersebut.
Namun saat polisi bertindak untuk mengambil sampel DNA dari bayinya, ia
akhirnya mengaku. Ibu si bocah mengatakan pada pengadilan negeri
setempat kalau masa depan anaknya telah hancur.
"Ia terlalu muda untuk menjadi seorang ayah," kata si ibu sambil
menahan air mata. "Hatiku hancur. Aku tidak tahu bagaimana cara
mengatasinya."
Menurut pengakuan sang ibu, si bocah laki-laki saat mengetahui
kesalahannya telah berulang kali mencoba menyakiti dirinya. Keluarga si
wanita pun hancur karena perilaku tidak terpujinya. Suaminya
meninggalkannya dan kini ia dilarang untuk mendekati anak-anaknya.
Perempuan tersebut mengaku bersalah atas pelecehan seksual terus
menerus terhadap anak di bawah 16 tahun. Hakim setempat menyatakan,
wanita tersebut akan dipenjara karena ulahnya. Ia akan dijatuhi hukuman
pada tanggal 27 Juli. (sul)
No comments
Post a Comment