BUKU : Aku Mendengar Tangisan Indonesiaku
PERSPEKTIF I
Tidak terpungkiri bahwa sebahagian besar masyarakat memiliki ketergantungan hidup pada perkreditan. ketergantungan maksud penulis bukan hidup di atas utang namun hidup memiliki beban terhadap perkreditan. Bagaimana tidak melakukan kredit jika setiap harinya kebutuhan keluarga semakin bertambah sementara pendapatan masih tetap pada tempatnya alias tidak balance output and input. Ditambah biaya sekolah atau kuliah anak yang setiap saat meski disiapkan hingga terkadang ada waktu yang kasusu (mepet).
Uraian diatas hanyalah sebahagian kecil dari gambaran lingkup hidup masyarakat kita saat ini. lalu bagaimana solusi pemerintah menangani permasalah seperti itu ( bagaimana memberikan solusi jika masalah tidak diketahui )...hehehe
Justru sebaliknya pemerintah lebih agresif lagi mendorong usaha kredit baik melalui perbankan ataupun usaha kredit lainnya baik berupa Koperasi, Finance dll. Jadi jangan heran jika banyak masyarakat yang nekad untuk memanipulasi data demi mendapatkan kredit, dan bagi para pengusaha juga jangan heran ketika kredit yang anda berikan banyak yang macet karena tidak sedikit dari mereka (masyarakat) melakukan kredit hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sedangkan tujuan pemberian dana oleh anda kepada mereka semata untuk usaha.
Kita jangan naif atau pura-pura tidak tahu tujuan awal atas kredit dari nasabah atau konsumen karena semuanya sudah disiapkan oleh perusahaan mulai survey, perifikasi analisis, administrasi dan dokumentasi. Dana tujuan usaha hanyalah kedok atau topeng belaka untuk kelengkapan pemenuhan persyaratan oleh perusahaan.
Sekali lagi permasalahan diatas adalah permasalahan lingkup masyarakat kita yang sangat membutuhkan solusi karena sampai kapan atau saya balik pertanyaan ini menjadi kapankah masyarakat betul-betul bisa sejahtera tanpa beban utang atau kredit yang setiap bulan bahkan ada yang setiap hari hidup hanya memikirkan utang mereka. Atau apakah iya sudah menjadi kodrat masyarakat kita hidup atas ketergantungan utang sebab kutukan dari negara ini yang sejak dulu menanggung utang yang begitu besar karena ulah para penguasa-penguasa yang haus dan lapar dengan kekayaan.
Indonesiaku maafkanlah kami yang disaat masa kebebasanmu justru kami tidak bisa berbuat apa-apa untukmu...
kami tahu bagaimana perihnya para pejuang kami mempertahankan, memperebutkan lalu menggapaimu...
indonesiaku yakinlah bahwa suatu saat nanti engkau juga akan betul-betul merasakan kejayaan..jaya dan lebih jaya lagi atas negara adidaya sekarang meskipun kejayaan itu bukan atas namamu lagi namun engkau jangan bersedih meskipun bukan atas namamu lagi namun buminya adalah bumimu...
Indonesiaku jangan lengah jangan lelah dan jangan mengalah karena engkau hanya kebanyakan diperalat oleh mereka yang tak tahu malu dan tak mau sadar bahwa sesungguhnya mereka hidup diatas barakkangmu...
Anda sedang membaca : Aku Mendengar tangisan indonesiaku lengkap disini
Buku ini tidak berpresentatif lengkap dan susunak kata yang kurang teratur namun insya Allah bisa dipahami. Salam
No comments
Post a Comment